Rabu, 10 September 2008

KEHIDUPAN TAHUN BARU

Di suatu tempat yang jauh di pedalaman tinggal lah seorang pemuda bernama Danu. Kehidupan sehari-harinya hanya membantu kedua orang tuanya mencari kayu di dalam hutan. Pada suatu hari datanglah rombongan karya wisata dari kota. Dia pun berkenalan dengan salah seorang dari rombongan tersebut yang bernama Alan. Setiap hari ia memandu Alan dan teman-temannya berkeliling daerahnya. Mereka sungguh terkesan dengan kebaikan si Danu. Karena itu sewaktu rombongan karya wisata ini hendak pulang, Alan menawarkan kepada Danu untuk ikut bersamanya. Tapi Danu ragu-ragu dan dia berkata akan bertanya dulu kepada kedua orang tuanya. Akhirnya kedua orang tuanya mengijinkan Danu untuk pergi ke kota.

Sesampainya di kota Danu sungguh terpana dengan apa yang belum pernah dilihatnya. Dia takjub melihat gedung-gedung bertingkat tinggi yang menjulang ke langit. Selama di kota Danu tinggal bersama Alan dirumahnya. Keesokan harinya Alan mengajak Danu berjalan-jalan untuk melihat suasana kota yang sungguh menawan, apalagi di waktu malam hari. Karena banyaknya lampu-lampu yang menghiasi sudut kota.

Beberapa hari kemudian Danu berkata kepada Alan bahwa ia ingin pulang kerumahnya. Tapi Alan melarang Danu dengan alas an sebentar lagi akan tahun baru dan ia ingin kalau Danu merayakan tahun baru bersamanya. Tapi karena Danu tidak pernah tahu apa itu tahun baru apalagi merayakannya. Akhirnya ia pun setuju untuk merayakannya bersama dengan Alan. Tapi Danu pun kemudian menanyakan kepada Alan apa pentingnya tahun baru dan kenapa harus dirayakan. Alan pun hanya menjawab kalau itu sudah tradisi orang-orang disini, kalau tahun baru itu harus dirayakan.

Pada malam tahun baru mereka berdua keluar dan berkelilig tidak ada tujuan. Danu pun bertanya akan kemana kita sebenarnya. Alan pun menjawab klo sebenarnya dia pun bingung harus kemana, karena banyak tempat yang menawarkan untuk merayakan tahun baru. Akhirnya Alan pun memutuskan untuk mampir ke sebuah kafe. Sampai di kafe Danu bertanya kepada Alan tempat apa yang mereka kunjungi. Alan menjawab kalau ini adalah kafe, dimana ini tempat makan dan minum orang-orang. Tidak berapa lama kemudian setelah mereka berdua makan dan minum Alan mengajak Danu untuk pergi. Mereka berdua kemudian menuju ke TMII, sampai disana jalanan macet. Danu pun bertanya tempat apa ini. Alan kemudian menjawab klo ini adalah Taman mini Indonesia Indah, disini terdapat bangunan dari berbagai macam suku di tanah air Indonesia ini. Selain terdapat bangunan adapt disini juga terdapat bangunan ilmu pengetahun, museum keprajuritan, museum air tawar dan masih banyak lagi yang terdapat disini. Danu pun bertanya, apa kita akan mengunjungi semua itu. Alan hanya menggeleng dan menjelaskan klo itu semua hanya buka pada siang hari dan orang-orang ini datang kesini untuk merayakan tahun baru. Disini juga ada pertunjukan band-band terkenal.

Alan kemudian memarkirkan kendaraannya dan mereka berdua kemudian turun untuk melihat pertunjukan band. Alan pun tak lupa untuk membeli terompet buat mereka berdua. Karena keasyikan melihat pertunjukan tak terasa waktu hamper menunjukkan pukul 12 malam. Pembawa acara di panggung pun mengumumkan kepada penonton bahwa sudah hamper jam 12 malam. Kemudian pembawa acara menghitung mundur waktu dan itu juga diikuti oleh penonton. Tepat pukul 12 malam Alan menyuruh Danu untuk meniup terompetnya keras-keras, dan itu pun diikuti oleh semua penonton yang ada disitu. Setelah selesai, Alan mengajak Danu untuk pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan Danu tidak pernah berhenti bertanya apa makna dari semua tadi. Alan pun hanya menjelaskan sekenanya saja, bahwa dengan merayakan tahun baru kita merasa seperti orang yang baru dilahirkan. Dengan adany tahun baru pula semoga kita selalu ingat kalau kita semua dapat berubah dan meninggakan kebiasan jelek kita di tahun yang sudah lewat. Tapi Danu tetap tidak mengerti, karena baginya tahun baru seperti hari-hari biasanya dan tidak ada yang istimewa di hari tahun baru.


Keesokan harinya Danu pamit kepada ke dua orang tua Alan kalau ia akan kembali pulang ke rumahnya. Alan pun pamit kepada ke dua orang tuanya untuk mengantar Danu pulang . Setelah itu mereka pun pergi, dan tidak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah Danu. Danu pun menyampaikan terima kasih kepada Alan bahwa dirinya merasa senang karena dalam beberapa hari kemarin ia telah dikenalkan dengan banyak hal dan berbagai macam sesuatu yang baru yang tidak ada didaerahnya. Alan pun mengucapkan terima kasih karen Danu sudah mau menemaninya. Alan pun pamit kepada ke dua orang tua Danu dan ia pun kembali kerumahnya.


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar