Di suatu tempat yang jauh di pedalaman tinggal lah seorang pemuda bernama Danu. Kehidupan sehari-harinya hanya membantu kedua orang tuanya mencari kayu di dalam hutan. Pada suatu hari datanglah rombongan karya wisata dari
Sesampainya di
Beberapa hari kemudian Danu berkata kepada Alan bahwa ia ingin pulang kerumahnya. Tapi Alan melarang Danu dengan alas an sebentar lagi akan tahun baru dan ia ingin kalau Danu merayakan tahun baru bersamanya. Tapi karena Danu tidak pernah tahu apa itu tahun baru apalagi merayakannya. Akhirnya ia pun setuju untuk merayakannya bersama dengan Alan. Tapi Danu pun kemudian menanyakan kepada Alan apa pentingnya tahun baru dan kenapa harus dirayakan. Alan pun hanya menjawab kalau itu sudah tradisi orang-orang disini, kalau tahun baru itu harus dirayakan.
Pada malam tahun baru mereka berdua keluar dan berkelilig tidak ada tujuan. Danu pun bertanya akan kemana kita sebenarnya. Alan pun menjawab klo sebenarnya dia pun bingung harus kemana, karena banyak tempat yang menawarkan untuk merayakan tahun baru. Akhirnya Alan pun memutuskan untuk mampir ke sebuah kafe. Sampai di kafe Danu bertanya kepada Alan tempat apa yang mereka kunjungi. Alan menjawab kalau ini adalah kafe, dimana ini tempat makan dan minum orang-orang. Tidak berapa lama kemudian setelah mereka berdua makan dan minum Alan mengajak Danu untuk pergi. Mereka berdua kemudian menuju ke TMII, sampai disana jalanan macet. Danu pun bertanya tempat apa ini. Alan kemudian menjawab klo ini adalah Taman mini Indonesia Indah, disini terdapat bangunan dari berbagai macam suku di tanah air
Alan kemudian memarkirkan kendaraannya dan mereka berdua kemudian turun untuk melihat pertunjukan band. Alan pun tak lupa untuk membeli terompet buat mereka berdua. Karena keasyikan melihat pertunjukan tak terasa waktu hamper menunjukkan pukul 12 malam. Pembawa acara di panggung pun mengumumkan kepada penonton bahwa sudah hamper jam 12 malam. Kemudian pembawa acara menghitung mundur waktu dan itu juga diikuti oleh penonton. Tepat pukul 12 malam Alan menyuruh Danu untuk meniup terompetnya keras-keras, dan itu pun diikuti oleh semua penonton yang ada disitu. Setelah selesai, Alan mengajak Danu untuk pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan Danu tidak pernah berhenti bertanya apa makna dari semua tadi. Alan pun hanya menjelaskan sekenanya saja, bahwa dengan merayakan tahun baru kita merasa seperti orang yang baru dilahirkan. Dengan adany tahun baru pula semoga kita selalu ingat kalau kita semua dapat berubah dan meninggakan kebiasan jelek kita di tahun yang sudah lewat. Tapi Danu tetap tidak mengerti, karena baginya tahun baru seperti hari-hari biasanya dan tidak ada yang istimewa di hari tahun baru.
Keesokan harinya Danu pamit kepada ke dua orang tua Alan kalau ia akan kembali pulang ke rumahnya. Alan pun pamit kepada ke dua orang tuanya untuk mengantar Danu pulang . Setelah itu mereka pun pergi, dan tidak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah Danu. Danu pun menyampaikan terima kasih kepada Alan bahwa dirinya merasa senang karena dalam beberapa hari kemarin ia telah dikenalkan dengan banyak hal dan berbagai macam sesuatu yang baru yang tidak ada didaerahnya. Alan pun mengucapkan terima kasih karen Danu sudah mau menemaninya. Alan pun pamit kepada ke dua orang tua Danu dan ia pun kembali kerumahnya.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar